Instalasi Jamu Kuat Ekstrak Taoge ala Sukarno

Kenakalan Untuk Mendobrak Modernitas

Pameran Narasi Sejarah Gaya Anak Muda

Kritikan Nakal, Jahil dan Serampangan Khas Anak Muda

Atraksi dalam Bentuk-bentuk Abstrak

Mari Beratraksi di Dunia Abstrak

Kolaborasi Seniman Melbourne-Jogja Memperkaya Seni-Budaya

Dua seniman asal Melbourne Australia, Jesse Stevens dan Dean Petersen melakukan kolaborasi dengan seniman-seniman Jogja dalam dua proyek besar yang kemudian hasilnya digelar di Jogja Contemporary yang berada di kompleks Jogja National Museum Jalan Amri Yahya No.1 Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta

Barang Lama Makna Baru

i:Observe: Aku Meneliti, Aku Berkarya

Melakukan riset, baik itu literature, material, maupun teknik adalah keseharian perupa dalam prosesnya menuangkan ide, menghadirkan karya. Proses riset tersebut yang diangkat oleh Jogja Contemporary dalam projectnya membaca praktek kerja seni yang dilakukan oleh Justian Jafin Rocx (Jafin), Ungki Prasetyo (Ungki), Aditya Chandra (Adit) dan Rosit Mulyadi (Rosit) dalam pameran i:Observe (14/10/14). 'Seni berbasis riset', dimana seniman sebagai peneliti, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses kreatif seniman. Dalam pameran i:Observe, tampaknya ada dua hal yang digali cukup detail, yaitu bentuk dari riset yang dilakukan si perupa dan hasil artistiknya. i:Observe menyajikan keduanya dengan cukup apik, dimana para perupanya menggarap gagasannya dengan melewati penelitian dan riset untuk kemudian menentukan bentuk visual dari seluruh pengalamannya yang akhirnya berujung dalam bentuk karya tanpa meninggalkan gurat prosesnya. "Observasi adalah langkah awal saya membawa citra-citra lingkungan sekitar, mengolah sumber daya yang mungkin terabaikan, melalui bahasa bentuk personal yang bersifat imajinatif," Terang Aditya Chandra mengenai riset dan karyanya yang menggunakan berbagai material baik yang siap pakai (ready made) atau material temuan (found object), sebagai usahanya melakukan pemaknaan ulang. Dalam pameran i:Observe ini para perupa mengusung gagasan dari obyek temuan, analogi karya sebagai soft drink, hingga benturan dinamis antara diri perupa dan ideologinya.

Imajinasi Tulang Dan Ekosistem

 
Back to top ↑
[700,672 bytes / 0.67 MB] [719,168 bytes / 0.69 MB (peak)]