Kontekstualisasi Seni Islam

Jogjakarta – Salah satu tradisi Islam Nusantara adalah menempatkan kesenian pada posisi yang mulia. Seni itu bersifat luhur, baik dan ada rasa keadilannya. Lebih dari itu, kesenian merupakan tanda dari pencapaian keber-islam-an seseorang atau masyarakat. Kesenian adalah perlambang kematangan ruhani umat manusia. Semakin rendah selera seni (art taste) sebuah masyarakat menunjukkan rendahnya tingkat spiritualitas masyarakat tersebut.

Menurut A. Anzieb, salah satu kurator pameran, Pameran Matja sebagai bagian dari Muktamar Nahdhatul Ulama ke-33 yang bertemakan "Islam Nusantara" berusaha mengangkat dimensi kosmopolitan dari beragam tradisi spiritualitas di Nusantara ini. Spiritualitas tersebut memancar dalam berbagai karya yang ditampilkan, meski dengan tekanan tema, bentuk ekpresi dan material yang digunakan sesuai kecenderungan umum dalam seni rupa modern, baik yang konvesional maupun kontemporer dengan menggunakan berbagai konsep, bahan, dan tampilan yang kompleks dan lintas disiplin.

Demikian pameran akan menampilkan karya-karya seniman kenamaan seperti KH. Ahmad Tohari, KH. D. Zawawi Imron, KH. Mustofa Bisri, dan sejumlah seniman lain seperti; Aan Gunawan, Abas Alibasyah, Abdul Syukur, Agapatus Kristiandana, Agus 'Baqul" Purnomo, Agus Kamal, Agus Sunyoto, Ali Umar, Arahmaiani, Bob Yudhita Agung, Dona Prawita Arissuta, Dyan Anggrain, Endopop, Endang Lestari, Entang Wiharso, F. Sigit Santosa, Heri Dono, I Gusti Nengah Narata, Isa Perkasa, Ivan Sagito, Januri, Joko "Gundul" Sulistiono, Jupri Abdullah, Lucia Hartini, M. Lugas Syllabus, Luqman, Muhammad "Ucup" Yusuf, Najib Amrullah, Nano Warsono, Rocka Radipa, Rosit "Ocid" Mulyadi, S. Teddy D, Saepul Bahri, Samsul Arifin, Sekarjatiningrum, Stefan Buana, Tarman, Tima Sanjaya, Toto Juharto, dan Tri Puwanto.

Pameran dibuka oleh H. Marwan Ja'far, SE, SH, MM, M.Si, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, bertempat di Jogja National Museum, Jl. Prof. Amri Yahya, No. 1, Gampingan, Yogyakarta, pada 27 Juli 2015 dan akan berlangsung hingga 30 Juli 2015.

Rangkaian pameran seni juga disertai diskusi untuk publik, tema Matja ini untuk membuat kontekstualisasi Seni Wali-wali Nusantara, dalam rangka Muktamar NU ke-33. Jadwal kegiatan diantaranya diskusi Publik, "Dari Aksara Merajut Islam Nusantara", Selasa, 28 Juli 2015, 19.00 WIB. Pembicara, Joko Elisanto (Adipati Genk Kobra/Penulis buku "Gaul Aksara Jawa")

Diskusi Publik "Seni Islam Nusantara" Rabu, 29 Juli 2015, 13.00 WIB. Narasumber: Dr. Agus Sunyoto, Muhammad Al-Fayyadl, dan M. Jadul Maula

Diskusi Publik, 'Cheng Ho dalam Jejak Islam Nusantara", Kamis, 30 Juli 2015, 10.00 WIB. Narasumber: Prof. Fan Jinmin (Nanjing University, RRC) dan Prof. Xia Weizhong (Nanjing University, RRC)

"Kita harus melakukan pembacaan ulang terhadap warisan dari para wali Nusantara, baik di bidang pengetahuan maupun kesenian secara menyeluruh tanpa harus tergantung dengan, dan hasil pandangan orang lain tentang Islam Nusantara",tutur A Anzieb dan Hasan Basri, dua kurator yang merangkai pameran ini.

Sumber http://requisitoire-magazine.com/pameran-matja-kontekstualisasi-seni-islam/

 
Back to top ↑
[676,176 bytes / 0.64 MB] [694,008 bytes / 0.66 MB (peak)]