Kolaborasi Seniman Melbourne-Jogja Memperkaya Seni-Budaya

KBRN-Yogyakarta, Dua seniman asal Melbourne Australia, Jesse Stevens dan Dean Petersen melakukan kolaborasi dengan seniman-seniman Jogja dalam dua proyek besar yang kemudian hasilnya digelar di Jogja Contemporary yang berada di kompleks Jogja National Museum Jalan Amri Yahya No.1 Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta.

Untuk proyek pertamanya, kedua seniman Australia yang dikenal dengan nama samaran Cake Industries, menggandeng Papermoon Puppet Theatre dan Iwan Effendi mengusung tema "Lung" atau "Paru-Paru".

"Lung" atau "Paru-Paru" adalah kolaborasi antara Cake Industries, Teater Boneka Papermoon dan Iwan Effendi yang dipentaskan sebagai bagian dari Festival Boneka Internasional dua Tahunan kali ke-4 di awal Desember 2014.

Suatu kinerja eksperimental yang menggabungkan instalasi, tari dan wayang untuk mengeksplorasi tema kebutuhan, pengorbanan dan apa artinya hidup. Menampilkan pertunjukan tari oleh Kinanti Sekar Rahina, puppeteering oleh Teater Boneka Papermoon dan Belen Rubira, serta komposisi musik oleh Ari Wulu.

Sedangkan proyek kedua, berkolaborasi dengan Bimo Suryojati dan RM Altiyanto Henryawan menggelar karya berjudul "Street-Life".

Karya "Street-Life" adalah kolaborasi yang mengulik kehidupan sehari-hari benda yang mengisi jalan-jalan Yogyakarta, dan Melbourne dan menarik perbandingan antara mereka untuk menyoroti keunikan budaya masing-masing.

Aspek-aspek budaya jalanan diremix secara fisik, dimodifikasi, dianimasikan dan diolah secara mekanik di kedua kota itu.

Salah seorang seniman Jogja yang terlibat didalam proyek kolaborasi tersebut RM Altiyanto Henryawan ketika ditemui RRI mengungkapkan hasil karya kolaborasi "Street-Life" di pajang di tepi jalan untuk diapresiasi khalayak.

"Kemudian melalui kamera tersembunyi seluruh respon publik yang ada kami rekam untuk selanjutnya kami presentasikan kembali di ruang pamer Jogja Contemporary", imbuh Altiyanto. (insert-audio).

Didalam berkarya mereka menggunakan robot dan mekanis untuk meningkatkan derajat benda-benda dalam realitas hidup. Benda-benda tersebut diperbesar dan diolah sedemikian rupa dalam upaya untuk menandakan mereka sebagai aspek kota yang pada akhirnya menentukan nasib mereka serta orang-orang di sekelilingnya.

Proyek "Street-Life" sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, The Australia Council for the Arts, dan Pemerintah Negara Bagian Victoria melalui Arts Victoria.

Rismilliana Wijayanti dari Jogja Contemporary menambahkan dengan difasilitasi oleh Jogja Contemporary, Open Studio maupun Workshop Cake Industries berlangsung tanggal 10 Desember 2014 dan berlanjut sampai tanggal 4 Januari 2015.

"Cake Industries (Jesse Stevens dan Dean Petersen) bersama dengan para kolaborator mempresentasikan proses kerja mereka dan menguraikan pengalaman mereka bekerja di Yogyakarta dengan seniman lokal dari berbagai disiplin ilmu", ungkap Rismilliana kepada RRI.

Sumber: http://rri.co.id/yogyakarta/post/berita/130716/seni_budaya/kolaborasi_seniman_melbournejogja_memperkaya_senibudaya.html

 
Back to top ↑
[2,114,552 bytes / 2.02 MB] [2,157,736 bytes / 2.06 MB (peak)]