Sebulan lebih, lukisan bergaya teks dan figur dipamerkan di galeri Sangkring Art Space. Tanpa pemaknaan khusus, ekshibisi ini ingin membangun kembali ‘rasa’ yang muncul melalui visual.
Jogja Contemporary is currently featuring the artworks of seven visual artists: Agus “Baqul” Purnomo, Anis Ekowindu, Dedy Sufriadi, Januri, Popok Tri Wahyudi and Seno Andrianto in a joint exhibition, “Figuring Text, Texting Figure”, at Sangkring Art Space in Yogyakarta.
Ketika ditanya apa yang ingin ia capai dalam karyanya, Anusapati meraba-raba mencari kata sejenak sebelum mencetuskan istilah “Matereality” untuk menggambarkan kesan kehadiran konkret dalam karyanya yang saat ini sedang di gelar di Sangkring Art Space, Jl. Nitiprayan 88, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Sangkring Art Space and Jogja Contemporary presents: mateREALITY, an exhibition by Anusapati. A vertically quartered log stands apart, quarters equidistant, inviting the observer to enter into its central axis. Looking up from inside, all one can see is a blank ceiling. There is no bushy canopy as one would expect from inside a tree. Something is missing. In the negative space created within the installation titled Going Back in Time, a tension is created through emptiness. I sense a longing for something that is no longer there.
Sejumlah pengunjung mengamati karya yang dipamerkan dalam pembukaan pameran seni rupa "mateREALITY" di Sangkring Art Space, Bantul, Yogyakarta, Selasa (13/11) malam. Pameran tunggal seniman Anusapati tersebut mengangkat eksplorasi objek dari kayu serta bahan virtual seperti proyeksi atau bayang-bayang sebagai media bangunan...
Narasi keluar dari visualisasi yang dibuat oleh para perupa yang melakukan pameran bersama dengan tajuk ‘XXL, State of Indonesian Art’, diselenggarakan oleh Jogja Cotemporery, di Sangkring Art Space, Nitiprayaan, 12 Agustus 2012 lalu. Pameran akan berlangsung sampai 8 September 2012.