Exhibition Date
July 28th - August 8th, 2015

Artist
Panca DZ

Curated by
Rifandy Priatna

Maker's Mark

Penanda Sang Pembuat Tanda; Jejak Ingatan Masa Lampau

Oleh Rifandy Priatna

Manusia secara umum memiliki kecenderungan membuat atau meninggalkan jejak akan keberadaan mereka. Jejak yang hadir dalam berbagai bentuk tersebut ditujukan sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi, dokumentasi, penunjukan identitas tertentu hingga sebagai alat untuk mengadakan upacara ritual. Gambar merupakan salah satu bentuk tertua dari jejak yang diciptakan oleh manusia. Beberapa teori menyatakan bahwa pada manusia pra sejarah yang hidup hampir 40.000 tahun yang lalu, gambar digunakan sebagai alat untuk menceritakan keseharian mereka. Hal tersebut nampak melalui hadirnya karakteristik penggambaran yang memiliki kemiripan dari lukisan gua yang berada di berbagai belahan bumi. Salah satu bentuk jejak peradaban masa lampau yang tersebar di berbagai belahan bumi lainnya adalah Tato. Berbeda dengan lukisan gua, tato adalah jejak dalam bentuk gambar yang menggunakan tubuh manusia sebagai media utamanya memiliki fungsi sebagai penanda. Kata tato berasal dari 'tatau' yang berarti menandakan sesuatu. Asal muasal, dorongan awal hingga siapa yang pertama kali menemukan teknik menyisipkan pigmen kedalam kulit masih menjadi perdebatan hingga kini. Pada beberapa suku dan peradaban lampau tato memiliki fungsi sebagai penunjuk identitas dari pemakainya. Secara spesifik tato dapat menunjukan, kedudukan serta status sosial, kesehatan, keahlian, kesucian hingga tingkat keagungan pemakainya melalui berbagai simbol serta penempatannya di tubuh sang pemakai. Simbol yang kemudian juga dapat berfungsi sebagai alat ritual keagamaan ataupun kepercayaan spiritual tertentu. Hal tersebut menunjukan bahwa tato juga dapat berfungsi sebagai alat komunikasi pemakainya dengan manusia ataupun dengan kekuatan lebih besar yang dipercaya oleh pemakainya. Sifat sakral tato tersebut menjadikan ia tidak dapat dibuat dan diapakai oleh sembarang orang. Pembuat tato adalah orang yang dipercaya memiliki keahlian dan kemampuan untuk berkomunikasi di dua alam, manusia dan alam spiritual (dalam hal ini dengan dewa dan leluhur). Pembuat tato di masa tersebut mewariskan seluruh keahlian dan pengetahuannya dalam bentuk ingatan kepada orang terpilih yang dianggap mampu dan pantas untuk meneruskan tradisi tersebut. Hal tersebut menunjukan pada di peradaban masa lampau gambar atau simbol dari sebuah tato menyimpan ingatan kolektif tidak hanya dari pembuat dan pemakainya saja, akan tetapi dari seluruh peradaban yang telah ia lalui.

Berawal dari sesuatu yang sakral, agung dan suci pada peradaban masa lampau di peradaban masa kini makna tato perlahan bergeser menjadi salah satu bentuk estetika serta ekspresi dari pembuat serta pemakainya. Hanya bagi suku asli di pedalaman, organisasi kejahatan dan sebagian kecil dari masyarakat saja yang masih menggunakan simbol serta penempatan tato sebagai parameter identitas serta status dari pemakainya. Pembuatnya bisa siapapun dengan pengetahuan serta kecakapan dalam membuat tato sudah lebih dari cukup untuk bisa mengaplikasikan gambar kepada tubuh seseorang. Bagi Panca Dz hal tersebut menjadi menarik untuk ditelusuri. Karena perkembangan tato modern hanya mencakup teknologi peralatan serta pengaplikasian tato saja, sedangkan rekaan visual yang ada masih mengacu kepada simbol tato yang diciptakan di peradaban masa lampau. Bayangkan bahwa suatu gambar atau simbol tertentu yang pada awalnya dibuat secara spesifik untuk penggunanya dengan status sosial, gender, dan keperluan yang khusus dengan proses yang tidak sebentar dan memerlukan serangkaian langkah tertentu. Kini masih dapat kita lihat dan dapat dipakai oleh siapapun. Gambar serta simbol tersebut tentunya telah melalui berbagai peradaban dan kehadirannya menyimpan ingatan yang sangat spesifik bagi pembuat dan pemakainya dari semenjak ia dibuat hingga masa kini. Ingatan yang didalamnya terkandung kearifan dari kebudayaan masa lampau yang mungkin menjadi asing bagi mereka yang tidak memiliki keterkaitan terhadap gambar atau simbol tersebut. Dorongan dari pemakai untuk mengenakan simbol atau gambar tertentu pada salah satu bagian tubuhnya pun menjadi berbeda dan menentukan ingatan dari gambar tersebut. Karenanya pada pameran tunggalnya kali ini Panca Dz mencoba untuk menelaah dorongan personal dari berbagai individu yang mengenakan tato, sebagai bagian dari perjalanan risetnya akan penggunaan dan perkembangan tato di penjara. Karena mengenakan simbol atau gambar tertentu pada bagian tubuh adalah bentuk menanamkan ingatan personal yang akan selalu memiliki kemungkinan terkait dengan ingatan masa lampau.




Works

Photos

MakersMark-001
MakersMark-002
MakersMark-003
MakersMark-004
MakersMark-005
MakersMark-006
MakersMark-007
MakersMark-008
MakersMark-009
MakersMark-010
MakersMark-011
MakersMark-012
MakersMark-013
MakersMark-014
MakersMark-015
MakersMark-016
MakersMark-017
MakersMark-018
MakersMark-019
MakersMark-020
MakersMark-021
MakersMark-022
MakersMark-023
MakersMark-024
MakersMark-025
MakersMark-026
MakersMark-027
MakersMark-028
MakersMark-029
MakersMark-030
MakersMark-031
MakersMark-032
MakersMark-033
 
Back to top ↑
[783,304 bytes / 0.75 MB] [809,856 bytes / 0.77 MB (peak)]