Pameran Karya Lukis DIY-Kyoto

Pemda DIY – Kyoto Prefecture Sister City

Kerjasama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kyoto Prefecture diawali oleh persahabatan antara dua orang pemuda. Mr. Yukio Hayashida (Gubernur Kyoto Prefecture saat itu) selama perang dunia kedua ditugaskan di Yogyakarta dimana beliau bertemu dan bersahabat dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang kemudian menjadi Gubernur DIY.

Kedua provinsi ini memiliki kesamaan dalam penyelenggaraan pemerintahan, antara lain pernah menjadi ibukota negara karena mempunyai nilai-nilai kejuangan, merupakan pusat kebudayaan, dan menjadi daerah tujuan wisata nasional maupun internasional, karena memiliki keindahan alam dan sebagai pusat pendidikan.

Adanya pertimbangan tersebut kemudian pemimpin kedua daerah ini bermaksud membangun hubungan kerjasama persahabatan yang tidak dibatasi dengan waktu, artinya bersifat kekal.

Dasar pelaksanaan kerjasama persahabatan antara Pemerintah Daerah DIY dengan Kyoto Prefecture, Jepang, adalah adanya persetujuan bersama yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam VIII, dan Gubernur Kyoto Prefecture Jepang, Mr. Yukio Hayashida, pada tanggal 16 Juli 1985, dengan masa berlaku selamanya. Bidang yang dikerjasama meliputi bidang kesenian, kebudayaan, pendidikan, teknologi, ilmu pengetahuan, pariwisata, industri, dan lain-lain.

Untuk mewujudkan terlaksananya program yang disepakati untuk dikerjasamakan kemudian dibentuk Komite Bersama, yang dokumennya ditanda tangani oleh Ketua Bappeda DIY (Ir. KPH Probokusumo) dan Direktur Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Kyoto Prefecture-Jepang, Mr. Tsutomu Yoshioka.

Pelaksanaan Kerjasama di Bidang Kesenian dan Kebudayaan berupa peningkatan kemampuan dalam mengelola konservasi cagar budaya, dan penerimaan tenaga ahli (expert), serta berbagai lomba dan pameran, sebagai berikut:

  • Penerimaan tenaga ahli dari Kyoto;
  • Sejak tahun 1999- sekarang, setiap tahun tukar-menukar lukisan anak;
  • Pengiriman PNS untuk belajar alih pengetahuan dan teknilogi dalam bidang konservasi benda cagar budaya selama 10 bulan;
  • Pengiriman petugas untuk belajar mengenai upaya pelestarian warisan budaya di Kyoto
  • Pengiriman peserta dalam pelatihan bidang konservasi budaya;
  • Kolaborasi grup kesenian DIY dan Kyoto;
  • Perbantuan expert dari Kyoto ke Yogyakarta yaitu, Mr. Hiroki Okumo dan Mr. Yasuhiro Yamaguchi untuk membantu restorasi cagar budaya di Pemda DIY yang rusak diakibatkan gempa.
  • Penyelenggaraan workshop tentang pengambangan kerjasama Pemda DIY dan Kyoto Prefecture dengan pembicara dari Jepang serta para pakar yang mengetahui masalah kerjasama kedua provinsi.
  • Pengiriman wakil DIY untuk mempelajari pengetahuan perihal restorasi cagar budaya di Kyoto Jepang.

Tahun ini merupakan Lomba Lukis DIY-Kyoto yang ke-18 dengan jumlah peserta 400 orang. Sebanyak 30 karya seni lukis terbaik dipilih untuk disandingkan dengan 30 karya terbaik dari Kyoto Jepang. Setelah dipamerkan, karya lukis anak Daerah Istimewa Yogyakarta akan dikirimkan ke Kyoto untuk dipamerkan bersama hasil lomba Lukis di Kyoto selanjutnya. Begitu selalu dilakukan setiap tahun secara berulang.

Pemda DIY – Kyoto Prefecture Sister City

The cooperation between local governments of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) and Kyoto Prefecture was started by a friendship between two young men. During the World War II, Mr. Yukio Hayashida (was then governor of Kyoto Prefecture) was sent to Yogyakarta, where he met and befriended with Sri Sultan Hamengkubuwono IX, who later became the governor of DIY.

The two provinces had similarities in term of government administration. Both were once the capital cities for each countries due to the values in revolution. DIY and Kyoto Prefecture are also the center of culture and became national and international tourism destination for beautiful nature and also the center of education.

Such considerations then led the two leaders of this two provinces to build a limitless friendship cooperation, with no time boundaries, or in another word, everlasting.

The base of this cooperation is an agreement which was signed by the vice governor of DIY, Sri Paduka Paku Alam VIII, and the Governor of Kyoto Prefecture, Japan, Mr. Yukio Hayashida, on 16 July 1985, with no validity limit. The cooperation covers various fields, including arts, culture, education, technology, science, tourism, industry, etc.

In implementing the programs from the agreement, a Joint Committee was formed, signed by the head of Bappeda DIY (Ir. KPH Probokusumo) and Mr. Tsutomu Yoshioka, the director of Kyoto Prefecture Planning and Administration field.

Implementation of cooperation in Art and Culture are in improvement trainings in managing heritage conservation, recruitments of experts, and various competitions and exhibitions, and as follows:

  • Recruiting experts from Kyoto;
  • Since 1999 until now, annually exchanging children’s paintings;
  • Sending government employees to study science and technology in the field of cultural heritage conservation for 10 months;
  • Sending officers to learn about the efforts in preserving cultural heritage in Kyoto;
  • Sending participants for cultural conservation training;
  • DIY and Kyoto arts groups collaborations;
  • Assisting experts from Kyoto, Mr. Hiroku Okumo and Mr. Yasuhiro Yamaguchi to Yogyakarta, to help with the restoration of cultural heritage in DIY which were damaged from the earthquake.
  • Conducting workshops about developing the cooperation between DIY and Kyoto Prefecture with speakes from Japan as well as experts who understand the issues regarding the cooperation.
  • Sending a representative from DIY to Kyoto, Japan, to learn about restoration of cultural heritage.

This year is the 18th DIY – Kyoto Painting Competition, with 400 participants. There are 30 paintings from DIY chosen to be exhibited alongside with 30 best works from Kyoto, Japan. After Yogyakarta exhibition, the works will also be exhibited in Kyoto, and this has been conducted annually.

Works

Photos

display-diy-kyoto-01
display-diy-kyoto-02
display-diy-kyoto-03
display-diy-kyoto-04
display-diy-kyoto-05
display-diy-kyoto-06
display-diy-kyoto-07
display-diy-kyoto-08
display-diy-kyoto-09
display-diy-kyoto-10
display-diy-kyoto-11
display-diy-kyoto-12
display-diy-kyoto-13
display-diy-kyoto-14
display-diy-kyoto-15
display-diy-kyoto-16
display-diy-kyoto-17
opening-diy-kyoto-01
opening-diy-kyoto-02
opening-diy-kyoto-03
opening-diy-kyoto-04
opening-diy-kyoto-05
opening-diy-kyoto-06
opening-diy-kyoto-07
opening-diy-kyoto-08
opening-diy-kyoto-09
opening-diy-kyoto-10
opening-diy-kyoto-11
opening-diy-kyoto-12
opening-diy-kyoto-13
opening-diy-kyoto-14
opening-diy-kyoto-15
opening-diy-kyoto-16
opening-diy-kyoto-17
opening-diy-kyoto-18
opening-diy-kyoto-19
opening-diy-kyoto-20
opening-diy-kyoto-21
opening-diy-kyoto-22
opening-diy-kyoto-23
opening-diy-kyoto-24
opening-diy-kyoto-241
opening-diy-kyoto-25
opening-diy-kyoto-26
opening-diy-kyoto-27
opening-diy-kyoto-28
 
Back to top ↑
[962,432 bytes / 0.92 MB] [1,061,808 bytes / 1.01 MB (peak)]