@jogjacontemporary

Bulan Mei - Juni adalah periode Hari Raya Seni Rupa di Jogjakarta. Dipicu oleh adanya ARTJOG, yang tahun ini dilaksanakan di Kompleks Jogja National Museum, masyarakat seni rupa di Jogja berlomba memajang karya, menjaring peminat dan penikmat. Berada di pusat kejadian, di Kompleks Jogja National Museum, Jogja Contemporary menggelar pameran berkonsep art shop, karya yang dipajang kebanyakan dalam ukurang yang nyaman untuk ditenteng keluar galeri. Selain mengundang beberapa seniman yang telah sering bekerja sama, seperti: Aan Gunawan, Anggar Prasetyo, Anton Subiyanto, AT. Sitompul, Dadi Setiyadi, Dedy Sufriadi, M.A. Roziq, Octo Cornelius, Theresia Agustina Sitompul, dan Yustoni Volunteero; kali ini Jogja Contemporary juga menggandeng 2 ruang seni untuk menggelar pameran mini di dalam ruang galeri Jogja Contemporary yang tidak seberapa besarnya. Mau dipandang sebagai aji mumpung, pun boleh. Tetapi kami lebih melihatnya sebagai satu upaya perluasan wawasan, karena ruang-ruang ini menawarkan sesuatu yang berbeda; dan juga pembagian perhatian, karena ruang-ruang ini terletak jauh dari pusat keriuhan.

Lir Space, yang digawangi oleh pasangan kurator muda berbakat Mira Asriningtyas dan suaminya Dito Yuwono, photographer dan anggota komunitas MES 56, adalah ruang alternatif yang mungil di wilayah Jogja tengah. Untuk kolaborasi perdana ini Lir akan mengadakan 2 pameran, yang bertajuk "(Not a) Book (but a) Show" yang menampilkan karya Edita Atmaja, Iwan Effendi, Mamuk Ismuntoro, Pasangan Baru x Alexander Reza, Stereoflow, Terra Bajraghosa, Yonaz Kristy Sanjaya, Yudha Sandy x Shigeru Joji x Linda Soetomo pada periode 24 Mei - 7 Juni 2016. Dan pada putaran kedua 10 - 24 Juni 2016, akan menggelar pameran bertajuk: "Exhibition Laboratory Representative Duel/Duet" yang menampilkan karya Alfin Agnuba and Isnen Bahar Sasmoyo. Dua pameran ini adalah bagian dari rangkaian pameran " On the Table - Exhibition Series", http://www.lirspace.net/2016/05/on-table-exhibition-series.html

Ruang Atas (Solo) digandeng Jogja Contemporary karena semangat mudanya yang menggebu. Dimulai di sebuah kontrakan sederhana di daerah Mojosongo Solo yang direnovasi secara kolektif dan kemudian dikelola sebagai ruang pamer alternative, Ruang Atas memberikan nafas pada skena seni rupa di Solo. Berbekal pemahaman akan minimnya ruang seni di Solo, Ruang Atasi mencoba menciptakan peluang dalam wilayah apresiasi seni untuk seniman-seniman muda pemula pada audiancenya. Pada tahun pertama Ruang Atas banyak menginisiasi progam pameran tunggal, diskusi dan presentasi karya seniman muda yang berdomisili di kota Solo. Di tahun kedua, mencoba untuk lebih terbuka dalam membangun relasi-relasi dengan masyarakat maupun komunitas-komunitas lain di luar seni. Saat ini Ruang Atas telah memiliki Ruang Baru di daerah Debegan, Mojosongo, Solo dan sedang mencoba untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumah sewa tersebut dengan dibagi menjadi beberapa ruang yang digunakan sebagai mini galeri, office, studio residensi dan artshop. Dalam umurnya yang baru menginjak 15 bulan,Ruang Atas telah menmfasilitasi 40- an program pameran, screening film, workshop dan project seni kolaborasi antara seni dan masyarakat.

May to June is the period of the festivity for Jogjakarta art scene. Triggered by ARTJOG, which this year is held at the Jogja National Museum Complex, artists-galleries-communities are displaying their arts, hoping to get the attention of art enthusiasts and connoisseurs. Located at the center of events, at the Jogja National Museum Complex, Jogja Contemporary presents an exhibition using art shop concept, where most of the works displayed are in convenient size to carry out of the gallery. Apart from inviting artists who have often work with us, such as: Aan Gunawan, Anggar Prasetyo, Anton Subiyanto, AT. Sitompul, Dadi Setiyadi, Dedy Sufriadi, M.A. Roziq, Octo Cornelius, Theresia Agustina Sitompul, and Yustoni Volunteero; this time Jogja Contemporary invites 2 art spaces to participate and hold mini exhibitions in Jogja Contemporary gallery space which is not much in size. One can perceive it as too ambitious milking the events. But we see it as an effort to expand the horizons, because these spaces offer something different; and also the distribution of attention, because these spaces located far from the center of the hubbub.

Lir Space, which is run by a couple of talented young curator Mira Asriningtyas and Dito Yuwono, her husband who is a photographer and member of the MES 56; is a tiny alternative space in the central area of ​​Yogyakarta . For this first collaboration, Lir will have two exhibitions, titled " ( Not a) Book ( but a) Show," featuring works Edita Atmaja, Iwan Effendi, Mamuk Ismuntoro, Pasangan Baru x Alexander Reza, Stereoflow, Terra Bajraghosa, Yonaz Kristy Sanjaya, Yudha Sandy x Shigeru Joji x Linda Soetomo in the period from May 24 to June 7, 2016. And in the second round on June 10 to 24, 2016 will hold an exhibition titled: " Exhibition Laboratory Representative duel / duet " featuring works Alfin Agnuba and Isnen Bahar Sasmoyo. These two exhibitions are part of the exhibition series, titled " On the Table - Exhibition Series", http://www.lirspace.net/2016/05/on-table-exhibition-series.html

Ruang Atas (Solo) is invited to join the exhibition for their feisty young spirit. Starting at a modest rented house in Mojosongo Solo, which then renovated collectively and then administered as a showroom alternative, Ruang Atas brought a fresh breath to Solo art scene. Equipped with understanding of the lack of space for visual art in Solo, Ruang Atas tries to create opportunities for your emerging artist to show their works and get appreciation from its audience. On the first year the Ruang Atas’ program was to initiate solo exhibitions, discussions and presentations by young artists in Solo. On the second year, it tries to be more open to build relationships with the community and other communities outside the art. Currently the Ruang atas has had a new space in Debegan, Mojosongo, Solo and is trying to optimize space as a mini gallery, office, studio residency and artshop. During 15 months of its existence, Ruang Atas has facilitated about 40 exhibition programs, films screening, workshops and collaborative art project between art and society.

Works

#10
#10
#8
#8
#9
#9

Photos

@jc-001
@jc-002
@jc-003
@jc-004
@jc-005
@jc-006
@jc-007
@jc-008
@jc-009
@jc-010
@jc-011
@jc-012
@jc-013
@jc-014
@jc-015
@jc-016
@jc-017
@jc-018
@jc-019
@jc-020
@jc-021
@jc-022
@jc-023
@jc-024
@jc-025
 
Back to top ↑
[2,923,984 bytes / 2.79 MB] [3,726,184 bytes / 3.55 MB (peak)]